Rencana Liburan dan Sewa Homestay di Malang

Berencana liburan ke Malang dan sewa homestay di sana?” Tanya seorang teman yang terheran-heran saat mendengar kabar kalau Agustus nanti saya berencana mau ke Malang. Kebetulan saat kami mengobrol kala itu saya sedang membuka situs pencarian tiket. “Liburan kan udah abis? Kok enggak kemarin-kemarin aja?” Tanyanya lagi. Saya meringis, sambil terus melihat ke arah laptop saya.

Bulan Agustus emang ada liburan sih, Agustusan, tapi pasti ramai deh,” komentar teman saya, kemudian. Saya pun meletakkan gadget saya dan memberi penjelasan padanya. “Iya soalnya kami kemarin enggak mudik, jadi ini kami mau mudik, sekalian mau mampir ke Malang ketemu teman-teman yang tinggal di sana,” jelas saya.

For your information, libur lebaran dan sekolah kemarin, saya dan keluarga kecil saya emang enggak mudik. Padahal, sebenarnya, jatahnya tuh tahun ini kami sekeluarga mudik ke Surabaya. Cuma, karena kemarin di Surabaya banyak peristiwa kurang mengenakkan dan Pakdhe saya yang tinggal di Pacitan berpulang ke Rahmatullah, akhirnya orang tua saya menyarankan untuk menunda dulu mudiknya.

Nah, kebetulan Agustus atau September nanti kan ada tanggal merah. Suami juga udah agak bebas mengambil cuti. Kemungkinan kami ingin ke Surabaya tanggal segitu. Juga, karena ada beberapa kerabat dan teman di Malang, kepengen sekalian gitu mengunjungi Malang juga. Alhasil yawda, sekalian aja merencanakan liburan ke Malang.

Rencananya, karena tujuan awalnya sambang orang tua dulu ya kami enggak langsung ke Malang, melainkan ke Surabaya dulu. Baru di tengah-tengah liburan di Surabaya kami ke Malang. Ya, kira-kira dua malam lha, trus balik lagi ke Surabaya. Nanti, pulang ke Jakarta lagi ya lewat Surabaya.

Hal-hal seperti itu emang kami rencanakan di awal, teman-teman. Soalnya kan kami juga mengajak anak-anak, Maxy (5 yo) dan Dema (3 yo). Sehingga perencanaannya kudu matang betul, salah satunya yang paling penting anggaran perjalanan kali ini. Maklum budget mefet-mefet, hehe.

Mengapa pilih homestay ketika liburan ke Malang nanti?

Lalu, mengenai mengapa kok kami memilih menginap di homestay ketimbang di hotel, alasannya sebagai berikut:

Biayanya lebih murah

Haha, jelas donk, ini alasan nomor satu. Bepergian seorang diri dengan bepergian sama “rombongan sirkus” tuh berasa banget di anggaran buat liburan kayak gini. Pasti teman-teman yang sering traveling with kids paham bukan? 😀

Biasanya, biaya paling tinggi kalau bepergian sekeluarga adalah biaya penginapan dan makan. Kalau di Surabaya kan jelas kami akan menginap di rumah ortu saya, kalau di Malang, hmmm, ada sih saudara atau teman, namun kan sungkan ya kalau tiba-tiba datang-datang numpang nginep, haha.

Lihat-lihat hotel sambil ngitung-ngitung biaya yang dikeluarkan kayaknya anggaran kami enggak cukup, gaes. Jadiii, bismillah, kita nginepnya di homestay aja. Lagipula, zaman now, homestay-homestay tuh udah bagus-bagus, apalagi di Malang. Sebagai salah satu kota yang jadi destinasi liburan, Malang tuh banyak pilihan homestay-nya. Namun, meski murah meriah biaya sewanya, tetep kami mencari homestay di Malang yang nyaman untuk keluarga, terutama anak-anak.

Ingin menginap di tempat yang hommy

Dibandingkan dengan hotel, biasanya kamar homestay itu sedikit. Bentuk bangunannya yang seperti rumah tinggal dan biasanya sih lokasinya juga di perumahan warga, membuat pengunjung akan merasa hommy banget. Berbeda dengan kalau kami menginap di hotel, suasananya kayak kami tuh bener-bener tamu dari jauh gitu, hehe.

Trus, kadang pemilik homestay ada yang juga tinggal di sana atau enggak jauh dari sana. Ada beberapa owner homestay yang bahkan turun langsung menjamu tamu-tamunya, bahkan memasak makanan, dan bersih-bersih penginapannya sendiri. Sehingga, makin membuat tamu seolah menginap di rumah keluarga sendiri 😀 .

Lebih bisa mengenal Malang

Kalau beruntung, dapat homestay yang benar-benar di lokasi perumahan warga, kita berkesempatan mengenal lebih jauh tentang Kota Malang nih teman-teman. Misalnya, seperti kebiasaan warga sana setiap hari seperti apa, tempat wisata atau kuliner yang dekat sana dan murah dimana (tetep ya cari yang murah, haha), trus kita bisa nanya-nanya transportasi menuju ke sana dengan mudah ke warga sekitar. Biasanya rekomendasi mereka lebih baik, karena mereka warga lokal yang kemungkinan besar sangat mengenal daerahnya.

Mulai mencari dan survei homestay secara online

Karena waktunya udah mepet, sebentar lagi sudah masuk Bulan Agustus, maka saya mulai melakukan pencarian dan survei homestay secara online. Salah satu situs yang saya percaya untuk melakukan survei tiket maupun penginapan secara online adalah Traveloka. Soalnya, selama ini sih kalau beli tiket atau booking penginapan melalui Traveloka belum pernah mengecewakan ya.

Caranya gampang sih, tinggal buka website atau aplikasi Traveloka. Ini karena saya mengetik pakai laptop, maka saya buka website-nya ya (Bisa langsung klik link ini) . Trus, kita klik “hotel” lalu searching “homestay”. Traveloka akan memberikan banyak pilihan homestay yang bisa saya atau teman-teman cek dan pilih sesuai kebutuhan.

Website Traveloka.

Search for homestay di Malang.

Setelah saya survei-survei saya tertarik menginap di salah satu homestay di Malang, yakni homestay ini:

Rencananya mau menginap di homestay ini selama di Malang.

Alasan saya memilihnya karena rating-nya lumayan bagus, harganya lumayan terjangkau, sesuai fasilitas yang akan saya dapat, selain itu lokasinya lumayan strategis untuk menuju beberapa lokasi/ obyek wisata maupun tempat kuliner yang ingin saya kunjungi selama di Malang. Satu lagi, homestay ini dekat dengan Universitas Brawijaya. Saya kepengen tahu perguruan tinggi ini sejak dulu, juga ingin kopdaran sama salah seorang sahabat yang bekerja di sana, hehe.

Cara booking homestay di Malang melalui Traveloka juga sangat mudah dan cepat, saya tinggal mengisi formulir yang telah disediakan, seperti ini:

Jika sudah menemukan homestay yang dimaksud langsung isi saja formulirnya.

Setelah formulir diisi.

Selesai booking homestay di Malang.

Setelah selesai nanti kita akan mendapat email tentang booking hotel dan cara pembayarannya. Cara pembayarannya pun sangat mudah soalnya ada beberapa pilihan, antara lain:

  • Kartu kredit, khususnya Visa dan MasterCard.
  • Transfer dan ATM, melalui salah satu bank-bank ini: BCA, BNI, BRI, atau Mandiri.
  • Direct Debits, melalui internet banking seperti CIMB Clicks, BCA KlikPay, Mandiri Debit, dan Mandiri Clickpay.
  • Melalui Indomaret atau Alfamart, batasnya 24 jam setelah pemesanan.
  • Pakai aplikasi UANGKU Balance.

Oke, masalah penginapan di Malang, alhamdulillah udah beres. Sekarang sih tinggal ngelist lokasi wisata dan tempat kuliner yang ingin saya sambangi. Rencananya sih cuma mau jalan-jalan seputaran Kota Malang aja kok.

Tempat-tempat di Malang yang rencananya ingin kami kunjungi

Mempertimbangkan bahwa kami di Malang mungkin hanya 2-3 hari, jadi prioritas lokasi yang ingin kami kunjungi hanya tiga lokasi ini:

Universitas Brawijaya

Ingin tahu seperti apa Universitas Brawijaya sekaligus mengunjungi teman yang kuliah/ bekerja di sana.

Taman Kunang-kunang

Katanya kalau malam bagus. Lokasinya enggak jauh dari homestay yang rencananya menjadi tenpat kami menginap selama di Malang. Buat hiburan anak-anak, melihat kerlap-kerlip lampu.

Batu Secret Zoo

Katanya kurang afdol kalau ke Malang tanpa melipir ke Batu, jadi kami pilih satu lokasi wisata aja yakni Batu Secret Zoo. Dari beberapa review, katanya Batu Secret Zoo ini bagus buat sarana rekreasi sekaligus edukasi buat anak-anak.

Sementara itu dulu sih yang pasti. Kalaupun ada perubahan dan tambahan destinasi lain, ya enggak masalah, selama yang tiga itu udah dikunjungi, hehe. Mungkin, teman-teman yang membaca blogpost ini punya saran kami harus kemana nanti? Kami sangat berterimakasih sekali kalau ada yang memberi saran. Maklum kami buta Malang, hehe… Mohon doanya supaya rencana liburan kami sekeluarga lancar yaaa… makasiiihh…

April Hamsa

16 Replies

  • Waaaahhh….aku demen traveling ke Malang. Ada kakak iparku di sana loh. Enak ya mau jalan2 zaman sekarang kita bisa pakai aplikasi Traveloka. Aku juga beberapa kali pesen hotel dan pesawat lewat Traveloka 🙂 Praktis dan gampang isi2nya dan bayarnya hihihi. AKu pernah kulineran bakso presiden deket rel kereta api di Malang. Itu katanya banyak menteri2 yang doyan mamam cantik 🙂 Oh ya pernah juga main ke Kampung Warna-warni dan Desa Pujon yang indah pemandangannya.

  • Mbaa, aku waktu itu pas di Malang nginap juga di hotel yang aku peroleh dari Traveloka. Alhamdulillah puasa juga nginap di Traveloka dengan rekomendasinya Traveloka. Apalagi harganya lebih murah dan anti ribet kalau pesan di Traveloka. DUh jadi ingat pengen nulis pengalamanku nginap di Malang 🙂

  • Mbak April bener banget mbak, sekarang penginapan kelas homestay udah pada cakep malah ada yang instagrammable banget. Mamaku kalau liburan sama keluarga besar yang bawa anggota segambreng selalu minta aku pilih homestay sebagai pilihan tempat menginap. Maksudnya biar bisa masak minimal rebua mie instant kalau lapar melanda.

  • Kakak.. sewa honestay disana sudah termasuk makan ngga ya? kalo termasuk makan, mau booking juga hehe.. anakku suka binatang, rekreasi ke batu zoo jadi destinasi pertama kalo ke malang

  • Daku pernah ke Malang tapi hanya mampir aja, habis itu langsung ke Blitar.

    Kayaknya seru juga nih bisa nginap di homestay. Mudah-mudahan suatu saat bisa ke Malang lagi.

  • Liburan kemarin batal ke Malang karena ga tahu mau ke sana menginap dimana. Belum berani bikin itenari sendiri secara biasa bepergian ikut team atau teman. Kalau ada info kaya gini keberanian mulai nambah nih. Semoga diberi jalan disegerakan. Amin.

  • Menarik sekali artikelnya tentang liburan di Malang dengan cara menginap di rumah penduduk, bukan di hotel. Ya, semua ada plus minusnya.

    Yang ingin menginap di hotel karena suasana berada di kompleks perumahan sudah cukup lama. Ingin suasana baru di hotel biar lebih segar dan bebas stres. Apalagi jika di hotel juga disediakan berbagai fasilitas yang menambah asyik dan nikmat.

    Tetapi, laporan dalam artikel ini sangat menarik dan sangat lengkap. Diuraikan dari A sampai Z. Bisa memberi inspirasi kepada pembaca seperti saya. Hebat, hebat…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *