Pengalaman Menginap di Hotel Best Western Premier The Hive Cawang Jakarta

Siang itu, terdengar teriakan disertai gelak tawa anak kecil. Suara itu bercampur dengan bunyi kecipak-kecipuk suara air di kolam renang. Dari tempat saya duduk, saya bisa melihat seorang laki-laki dewasa, sepertinya ayah dari anak tersebut, meraih tangan si anak.

View kolam renang dari lobi hotel.

Saya menikmati pemandangan seorang ayah yang dengan penuh kasih mengajari anaknya berenang di kolam orang dewasa sambil menyeruput secangkir teh hangat. Sesekali, saya memandang sekeliling tempat saya berada. Hal yang paling menarik perhatian saya adalah lift yang beberapa kali terbuka.

Konsep hotel yang unik

Beberapa orang bergantian keluar dari lift dan langsung menuju meja resepsionis yang jaraknya cuma sekitar 10 meteran dari tempat saya duduk. Saya menduga, mereka akan melakukan check in atau check out .

Gedung hotel Best Western Premier The Hive.

Kolam renang di hotel Best Western Premier The Hive.

Ya, saat itu saya tengah duduk di lobi hotel Best Western Premier The Hive di daerah Cawang, Jakarta Timur. Konsep hotel yang berlokasi Jl. DI Pandjaitan itu cukup unik. Bangunannya tidak hanya sebuah hotel, namun juga food mall (Tamansari), sekaligus apartemen. Sehingga lobi hotel tidak berada di lantai dasar, melainkan di lantai lima.

Lobi hotel Best Western Premier The Hive.

Hari itu saya berada di sana untuk mengikuti kegiatan Earth Hour 2017 yang diselenggarakan oleh manajemen hotel yang rating-nya termasuk bintang lima ini. Rencananya, usai acara tersebut, saya juga menginap satu malam di sana. Saya tidak sendiri, seorang teman blogger, Iffahsari Musyrifah juga akan menginap bersama saya.

Yup, kami sekamar, malam itu. Seneng, sih, karena enggak harus nginep sendirian. Apalagi saya sudah akrab dengan Iffahsari Musyrifah karena kami pernah satu kelompok di grup Arisan Link Blogger Perempuan.

Sebelum check in, saya dan Iffahsari Musyrifah mengikuti opening acara Earth Hour 2017 terlebih dahulu. Hari itu rupanya saya dapat bonus. Selain disuguhi welcome drink berupa secangkir teh, saya juga berkesempatan menikmati minuman signature dish hotel Best Western Premier The Hive.

Premiere Verde dan cheese cake.

Nama minumannya Healthy Drink – Premiere Verde. Bukannya tanpa alasan, minuman ini disebut “healthy drink”. Bahan dasar minuman ini adalah sawi dan buah nanas yang memang sangat bagus buat kesehatan tubuh.

Saat menikmati Premiere Verde.

Selain menikmati Healthy Drink – Premiere Verde, saya juga mencicipi cheese cake lezat dengan hiasan lebah. Lebah memang sangat identik dengan hotel Best Western Premier The Hive. “The Hive” dalam bahasa Indonesia kan artinya sarang lebah?

Menurut Marcom hotel Best Western Premier The Hive Adriantomo yang dalam kesempatan itu saya juga bertemu dengan beliau, hotel yang jaraknya cuma 10 menit dari bandara Halim Perdanakusuma itu memang ingin menjadi sarang yang nyaman buat para tamunya. Itulah sebabnya hotel Best Western Premier The Hive identik dengan simbol lebah dan sarangnya yang berbentuk heksagonal (segi enam).

Kamar hotel yang bersih, nyaman, dan lengkap

Setelah mengikuti opening Earth Hour 2017, saya dan Iffahsari Musyrifah kemudian check in, masuk kamar. Kami berdua mendapatkan kamar di lantai 18. Begitu masuk kamar, saya disuguhi pemandangan kamar yang bersih dan rapi.

Saya dan teman sekamar saya. 

Kamar yang saya tempati bertipe Superior Twin Bed. Luas kamarnya sekitar 24 m2 dengan dua buah bed. Ukuran satu buah bed-nya enggak kecil-kecil amat, sih. Saya bisa membayangkan kalau menginap di sana lagi dengan membawa dua balita saya, kamar seperti itu bakalan muat buat saya sekeluarga.

Kamar tipe Superior Twin Bed.

Masing-masing bed punya dua bantal yang cukup empuk. Bed juga dilengkapi dengan selimut tebal dan sprei putih berbahan linen yang berkualitas bagus. Sangat enak sekali meringkuk di dalam selimutnya pada saat tubuh sudah lelah, setelah beraktivitas seharian penuh.

Selain bed yang nyaman, fasilitas lain yang dapat saya nikmati dari kamar tersebut adalah:

  • Air conditioning (AC) yang menyala sejuk
  • Flat screen LED TV berukuran 43 inch lengkap dengan tayangan TV kabel
  • Free Wi-Fi yang lumayan kenceng
  • Safe deposit box
  • Lemari pakaian dengan hanger
  • Tea/ coffee facilities dan drinking water bottle.

Selain itu, kamar mandinya juga cukup nyaman. Toilet dan shower room dalam kamar mandi terpisah. Saat masuk, pihak hotel juga telah menyediakan complimentary bath products, seperti sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, topi mandi, serta alat cukur.

Fasilitas kamar mandi.

Satu hal lagi yang membuat saya senang adalah di kamar mandi juga tersedia hair dryer. Jadi, buat yang berhijab seperti saya, enggak perlu khawatir sumpek rambut basah akibat keramas atau usai berenang di kolam renang hotel.

Satu lagi yang membuat saya betah menginap di kamar tersebut adalah tersedianya single sofa di pojok ruangan. Jadi, saya bisa duduk di sana sambil membaca buku atau mengetik atau sekedar bermalas-malasan sambil menikmati view kota Jakarta dari jendela kamar yang besar.

Kamar nyaman yang saya tempati malam itu rate-nya sekitar Rp. 2.000.000,-an. Namun, sering ada promo di situs-situs layanan reservasi hotel, sehingga kita bisa mendapatkan harga yang seperempat kali lebih murah. Apalagi, kalau menginapnya pada saat weekend, harga yang ditawarkan oleh hotel Best Western Premier The Hive biasanya lebih miring.

Mengapa justru saat weekend lebih miring? Sebab hotel Best Western Premier The Hive yang lokasinya dekat perkantoran ini lebih banyak dipakai untuk business travel. Jadi, buat yang ingin staycation bersama keluarga, maka saat weekend merupakan waktu yang cocok untuk menginap di sana.

Menikmati sarapan lezat di restoran Heather

Esok harinya, sektar pukul 08.00 WIB, usai menikmati tidur yang nyenyak di bed hotel, saya segera menuju restoran Heather yang letaknya satu lantai dengan lobi. Saat saya tiba di restoran Heather sudah banyak makanan terhidang di atas meja. Artinya time to breakfast.

View restoran Heather.

Pilihan menu yang disajikan untuk sarapan pun beragam. Ada nasi putih, nasi goreng, juga aneka roti bagi yang tidak makan nasi. Sayur dan lauk pauknya pun mengunggah selera makan saya. Pagi itu saya memilih menu setup buncis dan kacang untuk sarapan. Untuk lauk saya memilih makan sosis.

Pagi itu, restoran Heather juga menyajikan menu minuman jamu. Saya paling suka menikmati jamu beras kencurnya. Enak diminum pagi-pagi, sebab berkhasiat menambah stamina.

Oh ya, restoran Heather ini ada dua area. Area dalam dan luar. Saya bersama Iffahsari Musyrifah, pagi itu memilih makan di area luar, tepatnya di balkon lantai lima hotel. Sangat enak sih sarapan sambil menikmati cahaya matahari pagi dari sana.

Variasi sarapan di restoran Heather.

Harga buffet untuk breakfast di restoran Heather berkisar sekitar Rp. 200.000,- (all you can eat). Ada harga, ada rupa. Rasa makanannya sesuai dengan rating hotelnya. Alhamdulilah, puas dengan rasa hidangan sarapannya yang nikmat plus mengenyangkan itu.

Sekitar pukul 11.00 saya melakukan check out. Sebelum pulang ke rumah, saya sempat berkeliling melihat-lihat fasilitas hotel yang lain. Seperti food mall Tamansari di lantai dasar dan ruang meeting, spa dan gym hotel di lantai tiga. Oh ya, ada juga mushola yang sangat luas untuk sholat di lantai tiga.

Puas berkeliling hotel, saya pun pulang ke rumah. Kapan-kapan, jika ada kesempatan lagi, saya ingin sekali mengajak keluarga kecil saya menginap di sana pada saat weekend. Semoga! 🙂

April Hamsa

Informasi tentang hotel Best Western Premier The Hive:

19 Replies

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *